Kampus

Produk Berbasis Aloe vera sebagai komoditi untuk Kosmetik dan Farmasi

Produk Berbasis Aloe vera sebagai komoditi untuk Kosmetik dan Farmasi

Iffah Rodliyatam | Jumat, 02 Juni 2017 - 09:26:43 WIB | dibaca: 4981 pembaca

Tanaman Aloe vera (Lidah buaya) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak digunakan dalam industri farmasi, terutama dalam sediaan kosmetik dan farmasi. Jenis Aloe vera yang banyak dikembangkan di Asia, termasuk Indonesia adalah Aloe  Chinensis Baker, yang berasal dari Cina.  Jenis Aloe vera yang banyak dikembangkan di Asia, termasuk Indonesia adalah Aloe  Chinensis Baker. Selain di Pontianak, tanaman Aloe vera sudah banyak dikembangkan di Depok dan Bogor Jawa Barat. Sebagian besar ekspor Aloe vera masih dilakukan dalam bentuk daun segar untuk keperluan bahan baku industri negara-negara tujuan ekspor, padahal industri kosmetik, farmasi, makanan dan minuman di Indonesia mengimpor produk turunan Aloe vera berupa ekstrak Aloe vera dan tepung Aloe vera dari Amerika, Australia dan Cina. Harga ekstrak Aloe vera Rp.800.000/liter dan nilai tambahnya cukup besar jika dapat diolah dari Daun segar menjadi Ektrak Aloe. Penelitian Dr. Tri Yuni Hendrawati ini juga telah memenangkan Best Paper Award di Seminar Internasional pada 21st Regional Symposium on Chemical Engineering (RSCE 2014) on 29-30 Oktober 2014 yang lalu, IchemE Advancing Chemical Engineering Worldwide, Taylor’S University, Malaysia dengan judul “Aloe Vera Powder Properties Produced From Aloe Chinensis Baker, Pontianak, Indonesia” yang dimuat di Jurnal Edisi Khusus Terindeks Scopus.

Dr. Ir. Tri Yuni Hendrawati sebagai salah satu peneliti dari Teknik Kimia, Fakultas Teknik UMJ mengembangkan ke arah pengembangan teknologi produksi dan kelayakan ekstrak Aloe vera dan diversifikasi produk kosmetik dan bahan baku farmasi skala IKM mengingat pada saat panen daun Aloe vera cepat rusak sehingga perlu diolah menjadi ekstrak Aloe vera yang sangat diperlukan industry farmasi dan kosmetik untuk formulasi produk turunannya sehingga memudahkan transportasi dan lebih awet. Sifat gel lidah buaya yang mudah rusak mendorong dilakukannya upaya-upaya pengolahan menjadi ekstrak dan diversifikasi produknya menjadi kosmetik dan bahan baku industry farmasi. Upaya-upaya ini disamping untuk mempertahankan kandungan kimia dan zat aktif dalam gel juga untuk memberikan nilai tambah, sehingga lidah buaya tidak hanya dijual dalam bentuk daun segar yang harganya relatif murah. Lidah buaya dalam bentuk ekstrak Aloe vera mempunyai beberapa keuntungan, yaitu kandungan nutrisinya tidak mudah rusak serta memudahkan dalam penyimpanan dan transportasi. Dengan demikian, berdirinya industri ekstrak Aloe vera menuntut ketersediaan bahan baku dalam jumlah besar dan perlu keterpaduan dalam pengolahan semua bagiannya sehingga dapat dihasilkan berbagai macam produk kosmetik diantaranya lotion, masker, krim malam, krim pagi, pelembab dan untuk produk farmasi dapat menjadi menjadi bahan baku obat luka bakar, anti diabet, anti sembelit dan anti aging. Hal ini tentunya dapat menghindarkan terjadinya kelebihan produksi bahan baku yang kemungkinan dapat menyebabkan jatuhnya harga lidah buaya segar di pasaran, serta tidak tertampungnya hasil panen petani lidah buaya. Dengan adanya kepastian pasar dan harga daun lidah buaya segar maka petani lidah buaya dapat dilindungi dari turunnya harga jual daun lidah buaya yang merugikan. Dalam hal ini perlu diformulasikan estimasi harga yang merupakan kesepakatan (win win solution) antara petani dan industri yang saling menguntungkan dalam membuat analisis finansial kelayakan industrinya. Pada perancangan alat untuk sentrifugasi dan ekstraksi vacuum dapat didesign pada skala kecil menengah sehingga dapat diterapkan pada industri skala kecil dan menengah pada salah satu hasil penelitiannya. Pada penelitian ini juga dirancang design alat, tata letak sampai Detailed Engineering Design yang juga dapat dijadikan hasil HaKI. Semua hasil penelitian ini dikemas dalam system Informasi SPK Ekstrak Aloe dapat diajukan sebagai HaKI dan dikomersialkan untuk ditindaklanjuti menjadi industri ekstrak Aloe vera yang dapat ditawarkan kepada investor. Hasil penelitian akan didesiminasikan di Aloe vera Center Pontianak dan Kelompok IKM Aloe vera di Depok, Jawa Barat sehingga dapat menjadikan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, UMJ sebagai rujukan dan Pusat Percontohan Pengolahan Ekstrak Aloe vera dan Diversifikasi Produknya menjadi kosmetik dan Bahan Baku Farmasi yang saat ini masih impor. Sebagai Pusat Percontohan Pengolahan Ekstrak Aloe vera dan Diversifikasi Produknya maka ini juga sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian dan pengembangan SDM Dosen  yang mempunyai fokus di Teknologi Pangan dan Bahan Alam.

Pembangunan industri ini mempunyai keterkaitan kuat dengan sektor lainnya dan berdampak luas terhadap peningkatan nilai tambah, penyediaan kesempatan kerja serta pemanfaatannya.  Pengembangan dan penguasaan teknologi pengolahan mempunyai keterkaitan yang saling menguntungkan antara petani produsen dengan industri pengolah serta pembangunan ekonomi wilayah. Dalam rangka memadukan semua aspek dalam pembangunan industri  maka perlu dirancang sistem penunjang keputusan sebagai hasil penelitiannya yang mengakomodasi aspek keteknikan, manajemen dan sosial budaya yang dirangkai dalam ilmu sistem  dalam membangun model dan basis datanya.